11.09.2006

Lupakan Aku

Dan bibirmu menerbitkan sekunar mimpi yang lain.
Mengaraknya berkeliling samudera, sahara, padang es dan sabana;
bahkan mall, pasar desa,
dan sudut-sudut jalan tanpa papan nama.
Meski mungkin hanya berisi catatan perjalanan dan setetes air mata.
Secuil kehangatan yang sempat singgah.
Akhirnya,
kaupun menuliskan dua baris pesan.
Dan aku pun kembali dihempas kenyataan.
Jarak, mimpi dan kenangan.
Dua baris pesan,
dan seberkas senyum dan bentangan jalan yang samar berujung nisan.

Sungguh,
aku tahu harus menempuhnya,
untuk sampai pada senyummu

0 Comments:

Post a Comment

<< Home