11.13.2006

no one perfect

kau tertawa
kau menangis
tak ada seorang pun yang tahu

tetapi
dari semua itu
kau dan pencarianmu
dan semua ego mu
tataplah ...

kau kan terbang dan kau kan merangkak
dan tak ada satupun yang hilang darimu

Tuhan tahu ..
bahkan malaikat pun jatuh

...
no one perfect ..

dia sudah pergi

inilah saat bangun dari tidur panjang yang mencekam
indah memang waktu lalu
tapi tak dapat kukekang egoku tuk gapai sluruh hidup mu
kini kusadari
lambat seiring waktu
dirimu menjauh

kini ...
tak setiap detik aroma tubuhmu hadir
ketika ku buka mata saat lewat senja
tak dapat lagi kulihat jelmamu disisi
sulit bagiku hadir diruang ini, sendiri...
harus kucoba berdiri tanpa kau atau siapapun

.....
dia sudah pergi ...

selembar daun diatas kepalaku

Malaikat menebarkan selembar daun diatas kepalaku
untuk menuliskan ribuan dosa yang kulakukan hari ini,
sementara setan tertawa mempersiapkan pesta penyambutan untukku
yang terpuruk pada setiap jejak langkahnya

...
if i die before wake ...
pray the lord to soul to take

11.09.2006

harap semu

berharap semu
menemukan jejak langkah yang tertinggal
setanggi wangi hantarkan aroma melati
bulan gemuk bulat
perlahan merangkak tembusi kabut
coba halau gelisah diri

kukirimkan para peri
untuk damaikan hati ...

..
"she was here ... "


Post Posted: Mon Nov 01, 2004 9:45 am

perasaan yang mati

semua kata menjadi bisu
ketika tak ada seorang pun yang mampu mendengar
perasaan adalah mati
ketika terlalu banyak yang harus di takuti
kata hati kan membawa kita kembali
saat ratap tangis dan kertak gigi menjadi suka cita
ku kan pergi untuk yang terakhir kali

Post Posted: Mon Nov 01, 2004 9:35 am

kering

dan kepada matahari dia memaki
dan kepada bulan dia menghujat
dan kepada bintang dia berserapah

kapankah kau berikan semua mimpi mimpi
sedankah hujan tak lagi mau datang membasahi
kaca jendela ku

...
kering
miss u dreamrain ..


Post Posted: Wed Oct 27, 2004 9:18 am

Quo Vadis

menembusi malam
bersama bulan
dan kerlip genit sang bintang
di dekap angin
di cium embun

lelaki malam berjalan
tinggalkan bekas di trotoar
temaram bersama lampu jalan

gundah hati
tak tentu arah langkah
kemana pulang ??

Post Posted: Wed Oct 27, 2004 9:14 am

pelacur kata kata

temanku
kenapa kau panggil mereka pelacur ?
jika mereka menjual cinta
kepada dunia

temanku
kenapa kau anggap itu romantis
jika mereka memberikan cinta cuma cuma
kepada dunia

lalu
kau sebut apa aku
yang menjual kata kata
demi cinta
sedangkan aku memberikan untuk cuma cuma ...

"pelacur kata kata ..."
bisik mu

Post Posted: Tue Oct 26, 2004

memudar sepi

bulan sabit temaram
awan mendung tabir langit
seruling jangkrik belah senyap
embun malam selimuti kaca jendela
kembang jambu mekar malu
jatuh ditanah berserak basah
gemerisik daun berbisik
bawa berita kan turun hujan
hembus angin iringi langkah
awan abu bergegas arah
selimuti bulan sabit padam
bintang berpendar pergi sendiri
tetes pertama basahi bumi

dan bayangmu memudar sepi
seiring turunnya hujan malam ini

Post Posted: Tue Oct 26, 2004 9:04 am Author: gatorz

i still hear your voices

I still hear your voice,
Softly calling my name,
But I know my answer's in vain,
Cause I couldn't be with you,
When you needed help and rescue,

From the darkness that took you away,
Will there be absolution,
At the story's conclusion
Or will there be just endless pain

I still hear your voices,
Softly calling my name,
Though destiny torn us apart
You still burn light a flame in my heart

..
i still hear ..

jejak kaki

ntah brapa banyak lagi
waktu yang akan kulewati
dalam kesendirian ku

hanya bayang
dan jejak kaki
yang kau tinggalkan
di depan pintu rumahku

.....
aku akan pulang ...

penantian

resah
dalam diri
menanti
"dia tak akan datang" ucap ku

dan kau pun masih terus
berdiri
di pinggir trotoar .
mengucapkan doa doa kepada Tuhanmu
agar sang arjuna datang malam ini
dan memberikan madunya untukmu

"masih kah kau tunggu dia ,
dia tak akan datang malam ini "
ucapku pelan

dan makian pun tertumpah
di pinggir jalan
berjuta sumpah
serapah dan amarah
kau luapkan
bersama kepulan asap rokok
yang makin tebal
dan kau juga masih di trotoar itu

"bukankah sudah aku katakan
dia tak akan datang malam ini "
teriak ku kepadanya ...

dalam keheningan
dan ke putus asaan
muka pucat dan raut kecewa
kau berlari
dan kepada lampu jalanan kau mengadu ...
"Tuhanku .. dengan apakah anak ku makan esok hari ...
kirimkan dia malam ini "

Tapi dia tidak juga datang ...........

Tuhan mu sedang sibuk ...
mengurusi
dunia ini yang semakin rusak ....

..
aku dan wanita malam
dalam sebuah penantian

aku dan shella

kawanku ...
ada banyak cerita yang ingin ku ceritakan kepadamu
tentang semua yang telah terlewati
tentang semua tangisan
tentang semua keceriaan
tentang semua yang telah pergi
tentang semua yang baru datang
tentang semua yang tersisa
tentang semua yang tertinggal ..

tapi
kau tetap membisu disana
hanya bisa diam
terpaku ...

ntah aku tak tahu ..
apakah dirimu masih ingin mendengarkan semua ceritaku
apakah dirimu sudah bosan dengan semua ceritaku
aku tak pernah tahu
aku tak bisa menebak apa isi hatimu kawanku

kawanku
aku ingin kau pun menceritakan tentang dirimu
tentang perjalananmu
tentang kegembiraanmu
tentang kesedihanmu
dan juga tentang cerita cintamu

tapi tampaknya
kau tak mau menceritakannya kepadaku
atau kau enggan untuk berbagi denganku

kawanku
aku tak akan marah lagi
jika kau tak mau bercerita kepadaku
tetaplah dirimu disitu
dan terus mendengar ceritaku

...
depan tv
aku .. dan shella ..
boneka kecil darimu ..

Lupakan Aku

Dan bibirmu menerbitkan sekunar mimpi yang lain.
Mengaraknya berkeliling samudera, sahara, padang es dan sabana;
bahkan mall, pasar desa,
dan sudut-sudut jalan tanpa papan nama.
Meski mungkin hanya berisi catatan perjalanan dan setetes air mata.
Secuil kehangatan yang sempat singgah.
Akhirnya,
kaupun menuliskan dua baris pesan.
Dan aku pun kembali dihempas kenyataan.
Jarak, mimpi dan kenangan.
Dua baris pesan,
dan seberkas senyum dan bentangan jalan yang samar berujung nisan.

Sungguh,
aku tahu harus menempuhnya,
untuk sampai pada senyummu